TiTIK TELUSUR.COM PALEMBANG - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bukan sekadar persoalan jarak pandang. Dampaknya mulai menyentuh persoalan paling mendasar: kesehatan masyarakat.
Di tengah kondisi tersebut, DPP Naga Selatan mengambil langkah konkret dengan menggelar pemeriksaan dan pengobatan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) secara gratis bagi warga terdampak kabut asap di Kota Palembang, Sabtu (3/10/2026).
Sebanyak 104 warga tercatat mengikuti layanan kesehatan yang digelar di Markas Besar Naga Selatan. Kegiatan tersebut melibatkan tim kesehatan dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan.
Namun, di balik aksi sosial tersebut muncul pertanyaan yang tidak kalah penting: ketika masyarakat mulai menghadapi dampak kesehatan akibat kabut asap, seberapa cepat pemerintah hadir memberikan perlindungan?
Ketua Naga Selatan, Galih Nugraha, S.Sos., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian organisasi kepada masyarakat. Menurutnya, seluruh pembiayaan kegiatan berasal dari dana internal organisasi tanpa bantuan pendanaan pemerintah.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada masyarakat. Dana yang dikeluarkan untuk kegiatan ini merupakan dana organisasi secara internal, tanpa bantuan dana dari pemerintah,” ujar Galih.
Pernyataan tersebut menjadi catatan tersendiri di tengah persoalan karhutla yang kembali membawa dampak terhadap masyarakat.
Galih menilai pemerintah semestinya lebih peka terhadap kondisi kesehatan warga. Menurutnya, langkah perlindungan tidak semestinya baru dilakukan setelah masyarakat menyampaikan protes.
“Pemerintah seharusnya lebih mengerti keadaan kesehatan masyarakat akibat dampaknya karhutla, jangan menunggu di demo,” tegasnya.
Kabut asap mungkin datang dari karhutla, tetapi dampaknya dirasakan langsung oleh warga. Karena itu, penanganannya tidak cukup hanya berbicara soal pemadaman api. Perlindungan terhadap kesehatan masyarakat juga harus menjadi prioritas.
Naga Selatan sendiri menyatakan tidak akan berhenti pada kegiatan kesehatan. Organisasi tersebut berencana melanjutkan berbagai kegiatan sosial lain yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.
“Hari ini adalah kesehatan, ke depan kita akan buat kegiatan sosial lainnya. Kami ingin keberadaan Naga Selatan bisa memberikan manfaat dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Galih.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Lurah 3 Ilir, para Ketua RT di lingkungan Kelurahan 3 Ilir, Bhabinkamtibmas 3 Ilir, Babinsa 3 Ilir, Kepala Bidang Kesbangpol Kota Palembang, sejumlah organisasi kemasyarakatan, serta tokoh masyarakat.
Di tengah kabut asap yang kembali mengusik ruang hidup warga, satu hal menjadi jelas: masyarakat membutuhkan kehadiran nyata, bukan sekadar respons setelah persoalan membesar.