TITIKTELUSUR.COM, PALEMBANG - Polrestabes Palembang memperkuat pengamanan dalam mengawal aksi unjuk rasa sejumlah aktivis mahasiswa di Kantor Gubernur Sumatera Selatan, Rabu (21/10/2026). Aksi tersebut digelar untuk menyampaikan aspirasi sekaligus menuntut tindak lanjut pemerintah terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dalam aksi tersebut, para mahasiswa menyuarakan aspirasi masyarakat terkait penanganan karhutla di Sumatera Selatan. Mereka meminta agar persoalan tersebut mendapat perhatian serius serta ditindaklanjuti melalui langkah konkret dari pemerintah daerah.
Di tengah berlangsungnya penyampaian aspirasi, sempat terjadi ketegangan berupa adu argumen antara sejumlah mahasiswa dan aparat kepolisian yang bertugas mengamankan jalannya aksi. Meski demikian, situasi tersebut dapat dikendalikan sehingga tidak berkembang menjadi gangguan keamanan yang lebih luas.
Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Sonny Mahar Budi Adityawan, S.I.K., M.H., disebut mengambil peran dalam menyikapi dinamika aksi dengan pendekatan tegas dan tenang. Upaya pengendalian situasi dilakukan agar penyampaian aspirasi tetap berlangsung dalam koridor ketertiban dan keamanan.
Penyampaian pendapat di muka umum merupakan bagian dari hak demokratis masyarakat. Oleh karena itu, pengamanan aksi menjadi penting untuk memastikan mahasiswa dapat menyampaikan tuntutannya, sekaligus menjaga keamanan lingkungan dan ketertiban umum.
Walaupun sempat diwarnai perbedaan pendapat dan ketegangan, situasi di lokasi pada akhirnya dapat dikendalikan. Aksi kemudian berlanjut pada penandatanganan dokumen yang memuat tiga tuntutan mahasiswa oleh Edward, yang disebut sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan.
Penandatanganan tersebut menjadi bagian dari proses tindak lanjut atas aspirasi yang disampaikan para mahasiswa. Namun, isi lengkap ketiga tuntutan, mekanisme tindak lanjut, serta batas waktu pelaksanaannya masih perlu dipastikan berdasarkan dokumen resmi atau keterangan pihak terkait.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa penanganan persoalan karhutla membutuhkan perhatian dan koordinasi berbagai pihak. Di sisi lain, pengamanan aksi unjuk rasa juga perlu mengedepankan profesionalisme, komunikasi yang baik, serta penghormatan terhadap hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat.
Dengan situasi yang berhasil dikendalikan, aksi unjuk rasa tersebut berakhir kondusif. Selanjutnya, tindak lanjut atas tuntutan mahasiswa menjadi hal penting untuk memastikan aspirasi yang disampaikan memperoleh kejelasan dari pemerintah daerah.