TITIKTELUSUR.COM, KUALA TERENGGANU - SMA Negeri 1 Woyla Barat, Kabupaten Aceh Barat, kembali menorehkan langkah penting dalam memperluas jejaring pendidikan internasional. Sekolah tersebut resmi menjalin kerja sama dengan Sekolah Menengah Kebangsaan (SMK) Sultan Ahmad Kuala Terengganu, Malaysia, melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), Rabu (9/9/2026).
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Kepala SMA Negeri 1 Woyla Barat, Nurhayani, S.Pd., M.Si., bersama Pengetua SMK Sultan Ahmad, Losong Haji Mat Syafie Chabang Tiga, Kuala Terengganu.
Kegiatan tersebut turut didampingi Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh Barat, Teuku Kamarisal, S.Pd., M.Si. Kehadiran Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Aceh Barat ini menjadi bentuk dukungan terhadap langkah SMA Negeri 1 Woyla Barat dalam membangun jejaring dan membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi peserta didik.
Kerja sama antara kedua sekolah menjadi peluang strategis untuk saling berbagi pengalaman, pengetahuan, inovasi, dan praktik baik dalam dunia pendidikan. Sejumlah bidang yang menjadi perhatian antara lain penguatan Bahasa Inggris dan Bahasa Melayu, pengembangan pembelajaran berbasis STEM, peningkatan kompetensi guru dan siswa, serta pertukaran wawasan dan pengalaman pendidikan.
Kepala SMA Negeri 1 Woyla Barat, Nurhayani, mengatakan bahwa kerja sama internasional tersebut merupakan bagian dari komitmen sekolah untuk mempersiapkan peserta didik agar memiliki kompetensi dan wawasan yang mampu menjawab tantangan global.
“Harapan saya, generasi Woyla Barat tidak hanya unggul dalam IMTAQ, tetapi juga memiliki kompetensi, wawasan global, dan keberanian untuk tampil serta bersaing di tingkat Asia,” ujar Nurhayani.
Menurutnya, kesempatan berinteraksi dengan sekolah di luar negeri memberikan pengalaman berharga bagi siswa. Mereka tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru, tetapi juga belajar membangun komunikasi lintas negara, mengenal budaya lain, memperluas wawasan, serta meningkatkan kepercayaan diri.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh Barat, Teuku Kamarisal, S.Pd., M.Si., menyampaikan apresiasi atas langkah dan gebrakan yang dilakukan Kepala SMA Negeri 1 Woyla Barat. Menurutnya, visi sekolah untuk membangun kemitraan hingga ke tingkat internasional merupakan sebuah langkah positif yang patut didukung.
Ia menilai keberanian sekolah membuka jejaring internasional menunjukkan bahwa sekolah di daerah juga mampu memiliki visi besar dan mengambil peran dalam membangun pendidikan yang berdaya saing.
“Kami sangat mengapresiasi gebrakan Kepala SMA Negeri 1 Woyla Barat yang memiliki visi untuk membawa sekolah bersanding dengan dunia internasional. Ini merupakan langkah positif untuk membuka wawasan peserta didik dan memberikan mereka pengalaman yang lebih luas,” ujar Teuku Kamarisal.
Menurutnya, kerja sama semacam ini diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan MoU, tetapi dapat ditindaklanjuti dengan berbagai program nyata yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas pendidikan, baik bagi siswa maupun guru.
Langkah SMA Negeri 1 Woyla Barat ini sekaligus menjadi bukti bahwa sekolah dari Woyla Barat mampu membuka jendela dunia dan membawa potensi generasi Aceh Barat untuk tampil di panggung yang lebih luas.
“Dari Woyla Barat kita membuka jendela dunia. Kita ingin anak-anak kita memiliki mimpi besar, berani melangkah, memiliki kompetensi, dan mampu bersaing dengan generasi terbaik di Asia,” tambah Nurhayani.
Kerja sama dengan SMK Sultan Ahmad Kuala Terengganu diharapkan menjadi awal dari berbagai kolaborasi pendidikan yang lebih luas dan berkelanjutan. Tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi juga membentuk generasi yang berkarakter, percaya diri, adaptif, berprestasi, dan memiliki wawasan global.
Bagi SMA Negeri 1 Woyla Barat, pendidikan tidak lagi hanya tentang belajar di ruang kelas. Pendidikan juga tentang membuka pengalaman, membangun jejaring, mengenal dunia, dan menyiapkan generasi untuk menghadapi masa depan.
Dari Woyla Barat menuju Asia: berkarakter, berprestasi, berwawasan global.
Bagi SMA Negeri 1 Woyla Barat, pendidikan tidak lagi hanya tentang belajar di ruang kelas. Pendidikan juga tentang membuka pengalaman, membangun jejaring, mengenal dunia, dan menyiapkan generasi untuk menghadapi masa depan.