TITIK TELUSUR.COM SUKABUMI — Program bantuan revitalisasi satuan pendidikan tahun anggaran 2026 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di SMKS Al-Fatah, Kampung Gunung Erang, RT 14/RW 03, Desa Pada Senang, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, berjalan lancar.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pekerjaan telah berlangsung selama 14 hari kerja. Saat ini, proses pembangunan telah memasuki tahap pengecoran ring balok dengan target progres pekerjaan mencapai 50 persen.
Pelaksanaan pembangunan dilakukan secara swakelola di bawah pengawasan langsung Kepala Sekolah, Abah Muji. Kegiatan ini juga melibatkan tenaga kerja lokal serta para orang tua murid sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam mendukung peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan.
Saat dikonfirmasi awak media, salah seorang pekerja, Bapak Jenal, bersama Bapak Adit, menyampaikan bahwa pekerjaan terus diupayakan agar berjalan maksimal, dengan mengutamakan kerapian, kekuatan konstruksi, serta ketepatan waktu penyelesaian.
“Pekerjaan ini harus dilaksanakan semaksimal mungkin, dengan hasil yang rapi dan kuat. Kami juga berupaya agar proses pengerjaan berjalan cepat, tetapi tetap memperhatikan kualitas bangunan,” ungkapnya kepada awak media.
Adapun kegiatan revitalisasi tersebut mencakup pembangunan satu ruang kelas baru (RKB) serta rehabilitasi ringan. Kedua pekerjaan tersebut dilaporkan berjalan lancar sesuai tahapan pelaksanaan di lapangan.
Diharapkan, melalui program bantuan revitalisasi ini, fasilitas pendidikan di SMKS Al-Fatah semakin baik, sehingga dapat menunjang kegiatan belajar mengajar serta memberikan kenyamanan bagi para siswa dan tenaga pendidik.
Pihak sekolah juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak terkait yang telah mendukung pelaksanaan program tersebut, termasuk pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Harapannya, program bantuan pendidikan dapat terus menjangkau sekolah-sekolah hingga ke pelosok daerah, sehingga pemerataan pembangunan dan peningkatan kualitas fasilitas pendidikan dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.
Catatan redaksi: Untuk menjaga akurasi pemberitaan, progres 50 persen, sumber pendanaan APBN, serta nama resmi sekolah dan desa sebaiknya dikonfirmasi kembali melalui dokumen atau keterangan resmi pihak sekolah. Pastikan pula bahwa pernyataan yang dikutip telah sesuai dengan keterangan narasumber.